Bulan Oktober diawali dan diakhiri dengan drama sederhana yang mampu memeras perasaan, hingga kering kerontang. Tinggal tunggu saja waktu kemarau usai, gugur semua harap dan cita yang telah lama coba untuk dipupuk dan dibuahi. Namun untung saja dewa hujan datang dengan tiba-tiba memberi secelah harapan untuk mengenang hal manis yang tercipta di antara kekeluan segala rasa dalam Oktober yang panjang.
Butuh kesabaran lebih dari biasanya untuk mampu mengisahkan seluruh rangkaian kelu Oktober.
Oktober kali ini mampu menamparku dengan keras hingga mampu membuatku melampaui kemanusiawian yang diciptakan pada sebuah norma kebiasaan yang salah kaprah. Karena sejatinya kemanusiawian itu bukan lahir dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri yang mampu menerima orang lain dan menempatkan diri kita sendiri sebagai manusia. Selama kita belum paham bagaimana etos kerja kemanusiaan, maka kita belum dapat dikatakan sebagai manusia beradab.
Oktober kali ini ajarkanku tentang sakralnya makna pertemanan, sampai-sampai aku mengeliminasi banyak orang sekitaranku yang selama ini kukira teman menjadi kenalanku saja. Tidak lebih.
Oktober kali ini ajarkanku tentang betapa sakitnya perpisahan itu, sampai-sampai aku terlalu takut dan akan semakin takut untuk memulai segala sesuatu hanya karena aku terlalu takut dan akan semakin takut untuk mengakhirinya.
Aku belum siap menghadapi segala sesuatu yang menguji kemanusiawianku, sungguh.
Butuh kesabaran lebih dari biasanya untuk mampu mengisahkan seluruh rangkaian kelu Oktober.
Oktober kali ini mampu menamparku dengan keras hingga mampu membuatku melampaui kemanusiawian yang diciptakan pada sebuah norma kebiasaan yang salah kaprah. Karena sejatinya kemanusiawian itu bukan lahir dari orang lain, melainkan dari diri kita sendiri yang mampu menerima orang lain dan menempatkan diri kita sendiri sebagai manusia. Selama kita belum paham bagaimana etos kerja kemanusiaan, maka kita belum dapat dikatakan sebagai manusia beradab.
Oktober kali ini ajarkanku tentang sakralnya makna pertemanan, sampai-sampai aku mengeliminasi banyak orang sekitaranku yang selama ini kukira teman menjadi kenalanku saja. Tidak lebih.
Oktober kali ini ajarkanku tentang betapa sakitnya perpisahan itu, sampai-sampai aku terlalu takut dan akan semakin takut untuk memulai segala sesuatu hanya karena aku terlalu takut dan akan semakin takut untuk mengakhirinya.
Aku belum siap menghadapi segala sesuatu yang menguji kemanusiawianku, sungguh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar